Menghindari Keracunan di Rumah

8 08 2008

5 Agustus 2008

Bagaimana Anda bisa yakin makanan yang Anda makan sudah aman? Seringkali, keracunan makanan terjadi karena makanan tak ditangani secara tepat, tidak dimasak secara benar, atau tidak disimpan dengan baik.

Keracunan makanan, yang juga akan mengarah pada penyakit lebih serius yang disebabkan makanan dikenal dalam istilah medis sebagai gangguan gastrointestinal, yang disebabkan oleh mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Nah, berikut ini ada beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengurangi kemungkinan terserang keracunan makanan.

1. CUCI TANGAN
Cucilah tangan, perlengkapan memasak dan alat makan secara teratur, dan sebelum digunakan. Bila terjadi penyebaran bakteri berbahaya di tangan Anda, pada perlengkapan memasak dan alat makan, Anda sekeluarga berisiko besar menyerap banyak mikro organisme tadi, lalu mejadi sakit. Cucilah tangan dengan air hangat dan sabun, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, terutama setelah mengolah daging sapi mentah, daging ayam, ikan, kerang, atau telur. Lalu, gunakan air panas dan sabun untuk mencuci perlengkapan masak dan alat makan yang akan digunakan.

2. PISAHKAN MAKANAN
Ketika berbelanja, pisahkan makanan mentah dengan makanan dan barang belanjaan yang lain. Hal ini untuk mencegah perpindahan kontaminasi kuman dari satu makanan ke makanan lain.
* Pisahkan produk daging dan ayam dari belanjaan Anda yang lain.
* Bungkus daging mentah dengan rapat agar cairannya tak menumpahi dan mengontaminasi makanan lain.
* Gunakan talenan berbeda untuk memotong daging mentah dan makanan siap makan, seperti roti dan sayuran.
* Gunakan piring berbeda untuk daging mentah dan makanan yang sudah masak atau matang.

3. MEMASAK DENGAN SUHU AMAN
Masaklah makanan Anda sampai benar-benar matang! Cara terbaik untuk mengetahui apakah makanan dari daging sapi, ayam, atau telur sudah benar-benar matang adalah dengan termometer khusus makanan. Sehingga, Anda bisa tahu pasti apakah makanan yang dimasak sudah mencapai suhu yang cukup untuk membunuh bakteri atau belum. Anda pun bisa membunuh organisme berbahaya pada hampir semua masakan jika dimasak pada suhu antara 60-82 derajat Celcius.

4. BEKUKAN MAKANAN YANG MUDAH BASI
Bakteri berbahaya bisa tereproduksi kembali secara cepat bila makanan tak disimpan dalam kulkas secara benar. Dinginkan atau bekukan makanan yang mudah basi dalam 2 jam setelah pembelian. Bila suhu ruangan di atas 90 derajat Celcius, dinginkan makanan yang mudah basi dalam 1 jam setelah pembelian. Bekukan daging sapi, ayam, ikan, dan kerang jika Anda berencana akan memasaknya dalam dua hari. Bekukan daging sapi, daging ayam, atau daging kambing dalam 3-5 hari.

5. HILANGKAN BEKUAN ES PADA MAKANAN
Bakteri bisa tereproduksi kembali secara cepat pada daging sapi, ayam, dan ikan pada suhu kamar. Jadi, hilangkan bekuan es pada makanan dengan menggunakan cara berikut:
* Dalam kulkas. Bungkus secara benar daging sapi, ayam, dan ikan agar airnya tak menumpahi makanan lain. Begitu bekuan es sudah dihilangkan, gunakan daging sapi, ayam, dan ikan dalam 1-2 hari.
* Dalam microwave. Gunakan defrost atau atur pada posisi medium agar bekuan es benar-benar hilang. Bila daging sapi, ayam, atau ikan sudah dalam bentuk potongan, pisahkan selama proses pencairan, untuk memastikan bekuan esnya hilang, dan segera masak daging-daging tadi setelah pencairan..
* Dalam air dingin. Rendam makanan yang terbungkus rapat di dalam air dingin, dan ganti air setiap 30 menit. Atau, tempatkan makanan yang terbungkus rapat di bawah air dingin yang mengalir. Segera masak makanan setelah pencairan.

6. HATI-HATI MENYIAPKAN MAKANAN
Bakteri berbahaya bisa tumbuh cepat bila makanan yang telah disiapkan dibiarkan tanpa alat pemanas atau alat pendingin yang tepat, terutama jika mengadakan pesta prasmanan atau pesta kebun.
* Buang makanan sisa yang disimpan pada suhu kamar, selama lebih dari 2 jam atau di cuaca panas selama lebih dari 1 jam.
* Bila makanan dingin harus dibiarkan selama lebih dari 2 jam, letakkan es di bawah makanan tadi agar tetap dingin. Ganti esnya bila sudah mencair.
* Bila makanan panas harus dibiarkan selama lebih dari 2 jam, gunakan alat pemanas di bawah makanan tadi agar tetap panas.

7. BUANG BILA RAGU
Bila Anda tak yakin dengan makanan yang akan Anda makan meski telah disiapkan, disediakan, atau disimpan dengan aman, sebaiknya segera buang. Makanan sisa yang dibiarkan terlalu lama pada suhu kamar dapat mengandung bakteri atau toksin yang tak mudah mati, walaupun sudah dimasak. Jangan cicipi makanan yang Anda tak yakin masih baik atau tidak. Sebaiknya, buang saja. Walaupun tampak bagus dan baunya normal, tak berarti selalu aman untuk dimakan.

8. TAHU KAPAN HARUS MENGHINDARI MAKANAN
Keracunan makanan sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak, wanita hamil dan bayi yang dikandungnya, orangtua, serta orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Mereka memiliki risiko masalah kesehatan serius bila keracunan makanan, dan harus diberikan perhatian ekstra, dengan menghindari makanan seperti berikut:
* Daging sapi dan daging ayam mentah atau ½ matang.
* Ikan dan kerang mentah, atau kurang matang.
* Telur dan makanan mentah atau kurang matang. Atau, makanan yang mengandung telur, makanan mentah, atau kurang matang.
* Sejumlah sayuran mentah seperti tauge, buncis, dan lobak mentah.
* Jus, sari buah apel, produk susu, dan keju yang semuanya tidak steril.
* Makanan cepat saji atau roti isi daging yang tidak dimasak.

Sebagai bentuk pencegahan keracunan makanan, jaga makanan panas tetap panas, menjaga makanan dingin tetap dingin, dan terpenting adalah menjaga kebersihan, terutama tangan Anda. Bila Anda mengikuti aturan-aturan dasar ini, kecil kemungkinannya bagi Anda akan keracunan makanan.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: